Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2013

3 Langkah Sederhana Agar Hidup Sehat

Gangguan kardiovaskular seperti jantung, disebut sebagai penyebab kematian terbesar di Indonesia. Menurut Dr. Pricillia Myrianda, SpJP, penyakit jantung ini muncul karena adanya penyumbatan dalam aliran darah. Selain itu juga penumpukan lemak atau aterosklerosis. 

Cara pencegahannya, tentu saja dengan menerapkan gaya hidup sehat di keseharian. Berikut tiga langkah sederhana namun penting yang dapat dilakukan:

Menu seimbang

Gaya hidup sehat bukan hanya menghindari rokok dan alkohol, atau juga istirahat cukup. Hidup sehat juga berkaitan dengan asupan seimbang untuk tubuh. Pricillia merekomendasikan Anda untuk melakukan diet seimbang harian, seperti:

Selasa, 02 Juli 2013

Sumber Makanan Penguat Jantung dan Tulang


Vitamin D yang bersumber dari sinar matahari, suplemen, atau makanan merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk otak dan tubuh. Selain manfaat tersebut, vitamin D juga merupakan sumber gizi penting yang bertindak sebagai hormon. Fungsinya: meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan usus besar, menguatkan tulang dan jantung.

Mengonsumsi 400 - 4000 IU (international unit) vitamin D setiap hari, juga dapat membantu mengurangi depresi, memperbaiki sistem pencernaan, mencegah diabetes, epilepsi, asma dan sindrom kelelahan kronis.

Dilansir Allwomenstalk, berikut tujuh makanan yang dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh.

Ikan salmon
Salmon disebut sebagai sumber terbaik vitamin D. Di dalamnya mengandung lebih dari 1.000 IU vitamin D, yang berarti lebih dari 250 persen dari tingkat kebutuhan harian. Selain salmon, Anda dapat menemukan banyak vitamin D pada ikan herring, sarden, dan tuna 

Kamis, 16 Mei 2013

Kenali Hipertensi Dan Lakukan Perubahan Gaya Hidup Anda


Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. 

Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).